Aturannya DP Leasing Minimal 25% Tapi Kok Masih Ada DP 1Jutaan

Semakin hari kondisi jalanan semakin penuh oleh kendaraan. Pertumbuhan luas jalan tidak akan mampu menandingi pertumbuhan kendaraan sehingga hasilnya macet dimana-mana. Mungkin buat orang yg idealis solusinya adalah penggunaan kendaraan umum. Tapi jika dilihat kondisi sekarang ini angkutan umum secara umum masih jauh dari kata layak, hanya pada jalur tertentu saja yang memiliki angkutan umum yang layak seperti kereta lokal dantransjakarta dan sejenisnya. Sejauh ini memakai kendaraan pribadi adalah opsi terbaik yang ada.

Salah satu yg berkontribusi besar dalam pesatnya pertumbuhan adalah mudahnya sistem kredit kendaraan. Adanya aturan DP minimal 25-30% juga masih banyak dilanggar oleh leasing dengan memberi DP 1 jutaan untuk sepeda motor seharga 15jutaan yg artinya ga ada 10%nya. Ditambah lagi perilaku sebagian sales yang “mengarahkan” konsumen agar membeli secara kredit. Oleh karena itu menurut saya sistem kredit kendaraan harus diperketat lagi, misalkan down payment minimal 50% dan tenor maksimal 3tahun. Tapi itu semua bakal percuma kalau tidak ada pengawasan di lapangan disertai sanksi bagi leasing yang melanggar.

Mendahului Dari Kiri, Halal atau Haram?

image

Memang mendahului dari sisi kiri kendaraan tidaklah dianjurkan. Ternyata, hal tersebut masih diperbolehkan dalam undang2. Sehingga tidak bisa yang mendahului kendaraan lain dari sisi kiri mutlak dianggap salah. Berikut undang-undangnya: Pasal 108 ayat 3 UU nomor 22 Tahun 2009 berbunyi “Sepeda motor kendaraan bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, dan kendaraan tidak bermotor berada pada lajur kiri jalan”.
Selanjutnya pada pasal 4 disebutkan “Penggunaan lajur sebelah kanan hanya
diperuntukkan bagi Kendaraan dengan
kecepatan lebih tinggi, akan membelok kanan, mengubah arah, atau mendahului kendaraan lain”. Ada pula pasal 109 ayat 1 mengatakan bahwa “Pengemudi kendaraan bermotor yang akan melewati kendaraan lain harus menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah kanan dari kendaraan yang akan dilewati, mempunyai jarak pandang yang bebas, dan tersedia ruang yang cukup”. Dan pada ayat 2 dijelaskan “Apabila pada keadaan tertentu dapat menggunakan lajur jalan sebelah kiri untuk mendahului dengan tetap
memperhatikan keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan”.

Nah, dari undang-undang lalu lintas diatas masih diperbolehkan mendahului dari sisi kiri dalam keadaan tertentu. Secara umum “keadaan tertentu” tersebut saya definisikan ketika lajur untuk mendahului tertutup, misalkan kendaraan besar sehingga mau ga mau kalau mau mendahului ambil lajur kiri. Selain itu juga mungkin dalam keadaan darurat seperti ambulance atau truk damkar. Khusus untuk kendaraan roda2 alias sepeda motor, pada UU diatas juga diperintahkan untuk menggunakan lajur kiri. Agak bertentangan dengan pasal selanjutnya dimana mendahului menggunakan lajur kanan. Menurut saya untuk jalan dengan lajur lebih dari 1, sepeda motor mendahului dari sisi kiri selama lajur kiri tidak terhalang sah-sah saja karena memang lajur kiri diperuntukkan buat sepeda motor. Bagaimana pendapat anda?

Pajak Kendaraan Bermotor, Jadi Salah Satu Pertimbangan Memilih Kendaraan

image

Mungkin untuk kendaraan roda 2 tidak telalu terasa beban atas pajak kendaraan bermotor/pajak tahunan. Karena motor belasan juta sampai 50an juta selisihnya cuma 500ribu (contoh skutik 110cc pajak sekitar 170ribu, dan motor sport 250cc pajaknya 600ribu). Tapi lain cerita kalau untuk mobil, terutama mobil bekas. Kalau mobil baru sih pajak tahunan masih sebanding dengan harga belinya, tapi kalau mobil bekas yang harganya “murah” bisa saja pajak tahunannya berpotensi mengganggu apbn :D.

Saya tertarik bikin artikel ini gara-gara saat iseng liat-liat bursa mobkas (belum niat beli sih,cuma liat2 aja buat referensi kalau udah ada duitnya) sempat tertarik sama mobil-mobil “wah” yang kini harganya tinggal 20-25% dari harga barunya, seperti mobil-mobil eropa hingga mobil jepang yg tergolong mriyayeni alias bergengsi dengan kapasitas mesin 2000cc keatas. Rasa penasaran saya berlanjut ke fitur dan spesifikasi hingga biaya perawatannya hingga akhirnya rasa ingin tahu saya berlanjut ke pajak kendaraan bermotor/PKB-nya. Benar-benar terkejut saya melihat pajak tahunannya yang ternyata berkisar 4 jutaan (saya ambil contoh bmw E46 318 , dan toyota camry 2.4 2004). Benar-benar sebuah angka yang cukup fantastis untuk sesuatu yang manfaatnya tidak kita rasakan langsung, bahkan bisa membuat ‘apbn’ kocar-kacir. Sementara mahalnya biaya perawatan masih bisa ditolerir karena pengeluaran tersebut langsung terasa pada diri kita, lain halnya dengan biaya pajak yang seakan ‘uang yg menguap begitu saja’. Setelah liat pajak mobil-mobil sejenis akhirnya mundur teratur meminati mobil-mobil bekas mewah nan murah karena ga ikhlas bayar pajak tahunan segitu.
Oleh karena itu, ketika beli mobil teutama mobil bekas, Pajak tahunan tidak boleh diabaikan karena bisa membuat kering dompet anda.

Cara Unik Mengatasi Ngantuk Saat Nyetir Malam

image

Menjelang lebaran identik dengan tradisi mudik. Dalam menjalankan mudik ke kampung halaman salah satunya menggunakan kendaraan pribadi khususnya R4. Pilihan menggunakan kendaraan pribadi menjadi pilihan utama ketika kendaraan umum seperti kereta atau pesawat sulit didapat. Mudik menggunakan mobil pribadi tak luput dari kemungkinan mengemudi malam hari dengan risiko NGANTUK. untuk mengatasinya paling enak memang menepi dulu dan tidur, tapi ada kondisi tertentu yg mengharuskan tetep jalan (misalkan pakai mobil rental yg terpancang waktu). Dalam mengatasi rasa ngantuk ada berbagai cara dari minum kopi hingga nyetel musik keras-keras. Menggunakan 2 driverpun juga ga mudah buat yg dapet giliran malam karena memang jam biologis tubuh manusia jam segitu waktunya istirahat.

Ada satu trik unik yg saya ketahui dari driver yg saya pakai saat perjalanan ke jakarta akhir tahun lalu. Yaitu makan cabe dengan alasan kalau kepedesan ga bakal ngantuk. Memang cara ini efektif mengusir rasa kantuk, tapi bagi saya ga nyaman banget bawa mobil sambil menahan rasa pedas di mulut. kalau ada yg tertarik mencoba silahkan dicoba hehe,..

Emang Beda Motor ‘Pegangan Sendiri’ Sama Motor Join

Pernahkan anda menggunakan motor yg statusnya bukan “pegangan sendiri”? yg dimaksud di sini bukanlah status minjem dan sebagainya, tapi satu motor untuk dipakai berdua (dengan kakak/adik misalnya). Saat ini saya mengalami hal semacam itu, setelah MX dijual praktis kendaraan yg bisa sy gunakan sewaktu2 dirumah tinggal motuba. Menggunakan motuba untuk mobilitas harian juga kurang fleksibel bagi saya sehingga sementara ini saya join motor dengan adek saya. Kebetulan memang adek saya jarang pakai motor karena belum ada SIM jadi saya bisa sering pakai. Kenapa ga beli motor lagi? jawabannya ya saya belum mulai kerja (nunggu TKD) dan ga enak minta motor baru ke orang tua (lha wong inceran saya seenggaknya RR Mono, hehe).

Ternyata memang pakai motor yg bukan ‘pegangan’ sendiri rasanya beda. Terutama dalam semangat merawat motor mulai dari nyuci sampai nyervis. Entah kenapa rasanya males aja nyuci motor apalagi servis. Kalau motor ‘pegangan’ sendiri kan abis dicuci bawanya ati2 biar ga kena lumpur, kalau yg pakai orang lain kadang2 ga ati2 sehingga pulang2 jadi kotor lagi. Ketika melakukan service juga demikian, karena ga selalu sy yg megang jadi kurang peka sama kerusakan/ketidaknyamanan di motor. apalagi ga ngerti bagaimana cara bawanya ketika dipakai orang lain. Sepertinya memang yang namanya kendaraan pribadi ya harus milik pribadi bukan join dan sebagainya hehe :)

Mau Mudik Jarak Jauh Pakai Motor? Pikirkanlah Matang2

image

Cukup lama blog ini nglowong dengan alasan mau fokus persiapan TKD yg bulan lalu direncanakan akan digelar dalam waktu dekat, eh ternyata sampai sekarang belum ada keputusan resmi. Yo wis bikin artikel lagi buat selingan hehe. Back to topic, sepeda motor menjadi salah satu favorit buat mudik. Memang tak bisa disalahkan juga yg mudik naik motor karena buat saya mudik naik motor juga asik kok. Tapi meski begitu saya sadar risiko yang dihadapi juga besar. Yang jelas fisik akan terkuras ketika mudik naik motor dengan jarak yg jauh. ketika fisik terkuras risiko akan semakin besar.

Oleh karena itu pikirkan matang2 kalau mau mudik jarak jauh hingga lintas provinsi naik motor (kalau jarak 2-3 kota sih masih tergolong dekat). Terlebih lagi kalau bawa keluarga plus barang bawaan yg terlalu banyak. Apa tidak kasihan kalau melihat keluarga anda seperti gambar diatas? bukankah lebih baik dinaikkan kendaraan umum seperti bus atau kereta? Terlepas dari susahnya dapat tiket kereta/bus/pesawat saat lebaran, tidaklah sebanding jika mengambil risiko sebesar itu ‘hanya’ untuk mudik. Sepeda motor idealnya dipakai oleh 2 orang saja dengan barang bawaan yg proporsional. Tapi kenyataannya banyak sepeda motor dipakai mudik dinaiki 3/4orang (2dewasa+1/2anak-anak), meski sudah overload terkadang masih ditambah barang bawaan yg ga kalah banyaknya (sampai dibikin jok tambahan di belakang buat naruh barang). Kalau seperti itu jelas akan membahayakan diri sendiri karena manuver terbatas. Lain cerita kalau satu motor buat 1/2 orang dengan bawaan proporsional, ini masih bisa ditolerir karena secara keseluruhan tidak mengganggu pengendalian kendaraan sehingga relatif masih aman.

Jadi yg mau mudik naik motor (jarak jauh), mudiklah dengan aman dan nyaman agar selamat sampai tujuan. Jangan mengambil risiko yg terlalu besar

Kunci Agar Bisa Nyetir

image

setelah beberapa hari blog nglowong, saya isi kembali dengan artikel yg agak ‘random’. Nyetir bagi sebagian orang yg belum bisa nyetir dipandang sesuatu yg sulit. Dan ketika umur semakin tua dan ga ada dorongan ‘harus’ bisa nyetir, maka akan semakin takut belajar nyetir. Dari situ saya simpulkan masalah utama belajar nyetir adalah menghilangkan rasa takut ketika dibalik kemudi. Tak usah jauh-jauh, bapak saya dan pakde saya susah sekali kalau disuruh belajar nyetir. Alasannya klasik, yaitu takut. Apalagi tidak ada dorongan ‘harus’ bisa karena di rumah sudah ada yg bisa nyetir. Bukannya.bermaksud menyuruh orang tua buat jadi sopir, tapi kalau bisa mengemudi kan sewaktu2 butuh bisa jalan sendiri tanpa nunggu ‘sopir’ yg biasa mengantar, terlebih dalam keadaan darurat.

Oleh karena itu belajar mengemudi paling pas dilakukan saat masih muda, ketika belum dihantui rasa kekhawatiran berlebih. Kunci agar cepat bisa nyetir adalah yg pertama jangan takut, anggap saja sedang main game gran turismo. apalagi kalau belajar di kursus nyetir yg kopling sama remnya dicabangkan ke kaki instruktur :D. Kemudian belajar nyetir di jalan umum (tentunya waktu lalulintas ga terlalu padat) biar terbiasa dengan kondisi di jalanan. selanjutnya secara teknis sih standar2 aja meliputi yg diujikan di ujian sim a. Semoga bermanfaat
maklum dalam beberapa waktu kedepan blog akan jarang update karena penulis sedang fokus mempersiapkan diri menghadapi TKD yang pelaksanaannya diprediksi tak lama lagi.

Operasi Simpatik 2014, Siapkan Kelengkapanmu

image

Beberapa hari ini polisi sedang giat-giatnya menggelar razia lalu lintas. Razia kali ini diselenggarakan dalam rangka operasi simpatik 2014. Beberapa hari yang lalu saya mendapati razia polisi di tempat yg tidak biasanya ada operasi lalu lintas (pinggiran kota), tapi karena lagi pakai mobil jadinya ga disetop hehe. Tak jarang ada pengendara yg ga pake helm atau kendaraannya tidak lengkap langsung putar balik setelah mengetahui didepannya ada razia.

Setiap ada musim razia lalu lintas, saya sering mendengar keluhan dari masyarakat di lingkungan saya “razianya menjebak” dsb. Saya sendiri kurang setuju dengan anggapan itu. Kalau emang nglanggar dan lewat jalan umum ya wajarlah ditilang kalau ada polantas, apalagi ini razia. Kadang ada juga yang tempat razianya di blind spot seperti setelah tikungan atau tanjakan, itu sah-sah saja dilakukan. Bukannya malah dibilang polisinya menjebak. Itu juga manfaatnya agar pengguna jalan selalu tertib dimanapun dan kapanpun. Bahkan jaman SMA dulu saya pernah mengalami yg lebih menjengkelkan lagi, Operasi dilakukan di halaman sekolah. Saya saat itu belum punya sim ikut kena, untungnya ga ditilang cuma suruh buat surat pernyataan. Tapi lain cerita kalau pelanggaran bukannya berujung tilang tapi berujung duit, itu yg ga bisa dibenarkan. Jadi kalau kita tertib ga perlu cemas kalau ada razia. kalaupun sedang terburu2, diterobos aja, toh kalo dikejar surat2 dan kelengkapan ada komplit.

Eksplorasi Karakter Mesin EJ-VE

image

Mungkin bagi sebagian besar pembaca sudah tak asing lagi dengan mesin EJ-VE. Mesin ini merupakan mesin yg digunakan di daihatsu xenia 1000cc. Saya tidak akan membahas mengenai mobilnya karena mungkin sebagian besar pembaca pernah naik jenis mobil ini, oleh karena itu judulnya mesin EJ-VE bukannya xenia. Kembali ke topic, saya belum lama ini baru berkesempatan mengeksplor kemampuan dari mesin ini, meski mobil ini sudah berkeliaran selama 10tahun di indonesia (sungguh ndesonya saya, hehe). Sebagai perbandingan alan saya bandingkan dengan mesin K3-VE milik xenia/avanza 1.3 yg sebelumnya pernah beberapa kali saya coba.

Yang pertama saat idle, getaran mesin terasa berlebih hingga tuas persneleng terlihat bergetar. Ini merupakan karakter bawaan mesin 3 silinder yg pincang. Suara tidak terlalu berisik, mungkin mobil yg saya coba tergolong terawat. Lanjut jalan, hentakan mesin sedikit lebih galak dari avxen 1.3 yang cenderung lebih smooth. Namun nafas tiap gearnya menurut saya terlalu pendek, harus sering sering pindah gigi menyesuaikan kecepatan agar tetap terasa tarikannya. Ketika melibas tanjakan yang agak curam dengan 4 penumpang harus menggunakan gear 1, ketika saya coba pakai gear 2 nyaris saja ga kuat nanjak. Performa di jalan tol,jangan terlalu berharap sama mobil bermesin EJ-VE ini. Nafasnya yang pendek membuatnya tidak bisa berlari di jalan tol, gear 4 mentok di 100 km/h dan masuk ke 5 sampai angka 120 km/h sudah berat Sebagai perbandingan avxen 1.3 nafasnya lebih panjang dan mampu dibejek sampai 140km/h pada gear 4. Selain itu juga ketika mesin dipaksa teriak di rpm tinggi suara teriakan mesin cukup keras terdengar sehingga ga tega untuk membejek lebih dalam lagi, cukup jauh perbedaannya dibanding versi 1300cc nya.

Dibalik hasil eksplorasi xenia bermesin EJ-VE sebelumnya yg inferior dibanding versi 1.3, ada juga keunggulannya menurut sang empunya. Diantaranya biaya perawatan murah, bensin irit (saya ga yakin), pajaknya murah, dan juga harga belinya baik baru maupun bekas murah meriah. Kesimpulan saya, mesin ej-ve sama sekali bukan performance oriented namun menawarkan beberapa ke’hemat’an dibanding versi diatasnya. Tapi bagi saya, mobil bermesin EJ-VE ini tidak cocok dengan saya.

Top Speed R25 Konon Tembus 176 Km/h

image

Sebuah berita mengejutkan tentang top speed R25 kembali mencuat. Setelah sebelumnya ‘hanya’ 154 Km/h di 12ribu rpm, kini muncul kabar lagi kalau top speed menyentuh 176 km/h sementara kompetitornya Ninja 250Fi hanya mentok di 170 di beberapa video di youtube. Performa R25 ini sangat memenuhi ekspektasi penggemar yamaha yg telah menanti-nanti kehadiran R25 sejak lama. Dengan klaim pabrikan 36HP on crank dan di dyno hasilnya 30,7HP on wheels serta 35,5 on crank membuktikan performa R25 memang superior. Dibandingkan motor 250cc terkuat sebelumnya, Ninja 250Fi yang hanya 28HP on wheels jelas R25 diatas angin.

image

Sebuah tantangan buat Kawasaki untuk melakukan langkah-langkah strategis agar ninja 250Fi tak tenggelam pasca hadirnya R25. Untuk opsi naik jadi Ninja 300 saya rasa akan sulit di pasar indonesia karena masalah klasik yaitu PPnBM. Seperti yg kita ketahui motor diatas 250cc mulai dikenakan PPnBM, sehingga harganya akan naik cukup signifikan sehingga tidak kompetitif lagi dengan R25. Perlu diingat kelas 250cc akan menjadi primadona di indonesia selama kebijakan pemerintah tidak berubah (masih ada ppnbm). Di sisi lain yamaha membuktikan kalau 53juta yg dibayarkan sesuai dengan performa yg didapat meski sebelumnya sempat dikeluhkan mengingat R25 yg rakitan lokal hanya sedikit lebih murah dari Ninja 250Fi yang berstatus CBU.