achmad sya'roni personal blog

study, riding, & traveling

  • Sing nDuwe Warung

Pengalaman Solo Touring Jakarta – Semarang via Pantura

Posted by Achmad Sya'roni F on 20 Mei 2013
Posted in: riding experience. Tagged: jakarta-semarang, panutra, riding pantura, solo touring, touring. 10 komentar

Baru sempet posting artikel solo touring jakarta semarang hari sabtu kemaren. Setelah melakukan persiapan sebagaimana artikel sebelumnya, saya memulai perjalanan dari bintaro, jakarta jam 5.45 (padahal rencana jam 5.00) selanjutnya masih di daerah yg sama saya isi bensin (premium) 10 ribu dari posisi jarum bensin baru masuk ke bar merah. Membelah kota jakarta jam segitu masih normal – normal saja, tidak macet. Menuju bekasi saya mengambil rute senen-sempaka putih-pulogadung yang sebenarnya agak muter.

baru sempat ambil foto saat tiba di depan stasiun bekasi jam 6.45

baru sempat ambil foto saat tiba di depan stasiun bekasi jam 6.45

sempat berhenti sebentar di depan stasiun bekasi karena karet footstep hampir lepas, sekalian ambil foto dan minum minuman penambah stamina. Kemudian jalan lagi melalui daerah bekasi (cibitung) yang sudah mulai padat karena sudah masuk jam berangkat  kerja plus salah masuk jalan di depan pasar yang seharusnya memutar. riding sampai karawang hanya berjalan pelan karena jalanan ramai dan melewati jalan kota bukan ringroad dan tak lupa di daerah karawang ngisi bensin lagi 15ribu karena jarum bensin menunjukkan batas bawah bar merah sekalian istirahat plus makan roti buat sarapan. Jam 10 tiba di cikampek menuju ke patokbeusi. Mulai daerah ini perjalanan mulai mengasyikkan karena jalanan mulus dan beberapa kali ada rider lain yang membuat semangat untuk memacu kendaraan lebih cepat lagi sampai top speed mx saya tercatat mentok 120 km/h. Di sepanjang jalur pantura subang ini saya lupa pastinya saya mengisi bensin sekali. kemudian di jalur ini juga saya terhambat oleh kemacetan di daerah ciasem karena banyak perbaikan jalan.

Jam 11 siang masuk kota cirebon dan istirahat sebentar di minimarket, sekedar cuci muka dengan air mineral plusbeli kopi dan makanan ringan. Setelah rasa lelah agak berkurang saya melanjutkan lagi perjalanan menembus panasnya kota cirebon di tengah hari. Indikator bensin menunjuk ‘redline’ lagi dan ngisi bensin lagi 10rb di losari, perbatasan jabar- jateng. Mulai masuk brebes speed agak berkurang karena tengah hari jalanan lumayan ramai. Melewati perbatasan brebes-tegal saya disambut dengan turunnya hujan sehingga memaksa untuk ngiyub di emperan toko yg tutup selama 15 menitan hingga hujan agak reda. setelah tiba di tengah kota tegal saya mencari tempat untuk makan siang dan memilih McD di seberang mall pacific tegal. Sebelum masuk pemalang saya ngisi bensin lagi-lagi 10 ribu, memasuki pantura  pemalang mendung super gelap membentang dan sampai petarukan hujan tiba-tiba turun. Kali ini saya tetap nekat jalan sampai di depan gapura kota pekalongan saya menepi sebentar untuk memasukkan hp dan dompet kedalam backpack yg saya bawa (waktu kehujanan lupa menyimpan di tas)

ngiyub di kaligangsa tegal

ngiyub di kaligangsa tegal

ngiyub lagi didepan gapura kota pekalongan, jam 2 siang

ngiyub lagi didepan gapura kota pekalongan, jam 2 siang

Di kota pemalang cuaca terang benderang dan cenderung panas, plus ada perbaikan jalan jembatan kali banger(?) di pekalongan yg membuat kemacetan panjang baik dari arah jakarta ataupun arah semarang, beruntung bagi pengendara motor karena masih bisa nyelip di antara kendaraan dan bisa juga ‘ambil kanan’ untuk menghindari antrian macet. masuk daerah batang kondisi fisik sudah agak kelelahan tapi untuk berhenti dan istirahat terasa nanggung karena sudah dekat, jam 3 sore ngisi bensin lagi di subah, batang 10rb lagi untuk terakhir kalinya. dengan kondisi fisik mulai kelelahan, melewati pantura batang tidak terlalu menguras tenaga karena daerahnya tidak panas. Masuk ringroad kendal kelelahan mencapai puncaknya, tangan kanan sudah pegel karena harus nahan gas dan tangan kiri terasa sakit saat narik tuas kopling gara2 per kopling racing. tetapi karena lagi-lagi dikejar mendung saya gaspol saja sampai masuk kota semarang. Untuk kedua kalinya melewati perbatasan kota disambut hujan tepat di depan terminal mangkang. Sempat ngiyub sebentar akhirnya lanjut karena sudah sangat dekat dari rumah (15 menit) dan ternyata sejak pasar mangkang cuaca kering meski mendung. Sekitar pukul 16.30 saya tiba di rumah dengan kondisi motor, jaket,celana,sepatu,gloves, helm penuh debu dan kotor. Secara total jupiter mx keluaran 2006 ini menghabiskan bensin sebesar 65 ribu dan waktu tempuh 10 1/2 jam termasuk istirahat dan ngiyub. Pengalaman lebih detil akan ditulis di lain kesempatan, semoga bermanfaat :)

kilometer saat sampai rumah di beka, semarang, sekitar 500 kilometer dari bintaro jakarta

kilometer saat sampai rumah di beka, semarang, sekitar 500 kilometer dari bintaro jakarta

GP Le Mans, Lunturnya Kekuatan Yamaha

Posted by Achmad Sya'roni F on 19 Mei 2013
Posted in: racing. Tagged: honda, lorenzo, motogp, motogp lemans, rossi, yamaha. Tinggalkan Sebuah Komentar
rossi di gp le mans 2013

rossi di gp le mans 2013

Menonton GP Le Mans kemarin benar-benar di luar dugaan. Marquez yang menempati pole langsung melorot jauh ke belakang di awal race, kemudian munculnya dovizioso dengan ducati gp13 nya yang mampu bersaing di baris depan, dan yang paling aneh adalah kejadian ‘melempem’nya performa yzr m1 factory yamaha yang dikendarai oleh lorenzo dan rossi. Lorenzo sempat melorot ke posisi 9 sebelum naik ke posisi 7 setelah 2 rider didepannya ndlosor. padahal sebelumnya lorenzo sempat berada di posisi 3 dibelakang pedrosa dan dovi. perlahan lorenzo terlihat melambat dan lebih mudah diovertake oleh lawannya. kesialan yamaha tak hanya sampai di situ, rossi yang sempat bersaing di posisi 3 perlahan kehilangan kecepatannya dan dapat dengan mudah diovertake crutchlow dan saat bertarung dengan hayden untuk posisi 4 rossi malah ndlosor dan terlempar ke posisi 12. Untungnya cal crutchlow mampu menyelamatkan muka yamaha dengan finish ke 2.

dalam balapan ini terlihat sasis baru yamaha belum memberikan peningkatan berarti, malah menurut saya mengalami penurunan. pengembangan terakhir masalah sasis kedua rider yamaha factory memiliki pendapat yang berbeda terhadap sasis baru, lorenzo menganggap ada sedikit peningkatan dan memakai sasis baru, sementara rossi merasa tidak ada peningkatan atau adanya peningkatan di satu sektor berakibat penurunan di bagian lain. sehingga rossi lebih memilih mengutak-atik sistem pengeremannya. dari pengembangan terakhir sudah terlihat kalau yamaha sudah ‘kehilangan arah’ pengembangan yzr m1.

Persiapan Touring Jarak Jauh

Posted by Achmad Sya'roni F on 18 Mei 2013
Posted in: riding experience, Uncategorized. Tagged: persiapan touring, touring. 7 komentar

Dalam rangka mengurus pajak 5 tahunan mx, saya berencana membawa mx ke semarang. Perjalanan yang ditempug nantinya sekitar 500km. Berikut langkah – langkah mempersiapkan touring jarak jauh versi saya.

1. Pastikan kendaraan dalam kondisi sehat (optimal) sehingga nantinya tidak merepotkan di jalan. Saya memastikan kondisi motor saya sudah optimal dengan menservicenya beberapa hari yang lalu.

2. Siapkan tools standar, cukup pake tools bawaan pabrikan dan beberapa parts yang rawan bermasalah ketika touring (misal kabel gas, kabel kopling, bulb lampu)

3. Setelah kendaraan siap, selanjutnya kelengkapan pengendaranya. Seperti helm (sebaiknya fullface), jaket, gloves / sarung tangan, celana jeans, sepatu. Lebih baik lagi kalau pake body & knee protector. Tak lupa juga siapkan jas hujan (model batman sangat tidak disarankan)

4. Pastikan anda tahu jalur mana saja yang akan dilewati. Dan peta/gps/minimal smartphone berfitur google maps agar tidak tersesat.

5. Pilih waktu perjalanan yang tepat atau sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anda. Pemilihan waktu yang tepat bisa menambah efisien perjalanan.

5. Bawa surat-surat kendaraan anda Lengkap. Ditilang di luar kota adalah hal yg sangat merepotkan karena sidangnya tetap di kota tsb.

6. Bawalah barang bawaan secukupnya, jangan sampai overload karena mengganggu kenyamanan dan keamanan selama perjalanan.

Vacation in Pari Island (Part 2)

Posted by Achmad Sya'roni F on 9 Mei 2013
Posted in: traveling. Tagged: kepulauan seribu, pulau pari, wisata jakarta, wisata pantai. 1 komentar

Melanjutkan artikel 2 minggu yang lalu, terlambat cukup lama part kedua ini karena baru kemarin dapat copyan foto – foto dari kamera teman. kali ini saya akan menceritakan wisata hari kedua hingga pulang ke jakarta. hari kedua ini jatuh pada hari jumat sehingga praktis  kegiatan bermain – main baru bisa dilakukan setelah sholat jumat. Kurang lebih jam 1 siang kami merencanakan untuk snorkling di perairan pulau seribu. Untuk menuju spot snorkeling yang memiliki karang yg bagus kami harus menggunakan perahu sekitar 15 menitan dari dermaga. Terlebih dahulu kami menyewa peralatan snorkeling sengan harga 25 ribu/ hari walaupun paling kita pakai cuma 3-4 jam tapi tarifnya tetap per hari. untuk menuju spot snorkeling menggunakan perahu dengan tarif sewa 300-500ribu tergantung kapasitas kapal.

IMG1

Suasana di dalam perahu menuju spot snorkeling

view dari kabin perahu

view dari kabin perahu

spot snorkeling

spot snorkeling

Terumbu karang di spot ini sangat dangkal, bahkan di beberapa titik jika berdiri diatasnya yang dibawah air cuma sepaha. Di spot ini juga banyak didapati ikan khas terumbu karang yang warnanya bagus.

setelah snorkeling "leyeh-leyeh" dulu

setelah snorkeling “leyeh-leyeh” dulu

Kami Snorkeling-an sampai sore sekitar jam 4 atau setengah 5 dan langsung menuju homestay untuk istirahat. Dan malam harinya hanya berada di homestay dengan membuat acara sendiri. Keesokan harinya kami check-out dari homestay jam 9 pagi dan menunggu kapal yang membawa ke pelabuhan muara angke. Di dermaga ternyata banyak sekali kapal yang datang dari jakarta membawa wisatawan, namun sayangnya tidak ada kapal yang kembali lagi ke muara angke karena kebanyakan melanjutkan ke pulau tidung, pulau pramuka, dsb.

IMG6

IMG5

Menunggu kapal di dermaga

Karena masih menunggu kami kembali lagi ke tengah pulau, Kondisinya sangat berbeda dibanding hari – hari sebelumnya. Suasananya sangat ramai seperti di kampung kalau lebaran hehe. Jam 11 ada kapal yang mau berangkat ke muara angke. Dan kam langsung menuju dermaga dan naik kapalnya yg ternyata penumpang kapalnya sangat sepi, hanya rombongan kami plus beberapa orang saja. Tiba di muara angke jam 1 siang. Tanpa menunggu lebih lama lagi kami langsung melanjutkan perjalanan ke bintaro dengan metromini yang sudah kami sewa dan 2 jam kemudian baru sampai di bintaro karena jalanan yang macet. sekian, semoga bermanfaat

Suzuki Shooter 115i Versi Termurah Tanpa Standar Samping. What Do You Think?

Posted by Achmad Sya'roni F on 7 Mei 2013
Posted in: umum. Tagged: moped, motor bebek, shooter 115, suzuki. 7 komentar

image

Baru beberapa hari suzuki melaunching produk terbarunya yang diklaim bebek low-end pertama yg pakai injeksi. Secara desain masih keren titan daripada shooter (opini), tapi yang paling mengejutkan adalah di versi termurahnya suzuki shooter tidak dilengkapi standar samping. Jadi inget gimana ramenya pas new vixion tanpa kick starter dan yg pake kick starter nambah 200ribu. Back to the topic, standar samping bisa dikatakan merupakan fitur atau kelengkapan wajib untuk seluruh motor produksi masal di dunia dibanding standar tengah yang ga ada di motor gede/sport.

image

Berikut varian – varian shooter 115 fi dan harganya. Suzuki Shooter 115 Fi SR Rp 13,25 jutaan. Suzuki Shooter 115 Fi R Rp 12,45 jutaan Suzuki Shooter Fi Rp 11,6 jutaan (ini yg tanpa standar samping). Entah bagaimana cara berpikir suzuki dengan menjual motor tanpa standar samping? Menurut saya standar samping lebih penting daripada standar tengah. Ada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan memakai standar tengah, misal di tanah tidak rata atau di tanah yg lunak. Apakah membuang standar samping mampu mengurangi harga sebesar 850k jika melihat selisih harga dengan varian diatasnya. Bagaimana pendapat anda? Monggo dishare

Senggolan Lorenzo – Marquez, Bukan Salah Marquez

Posted by Achmad Sya'roni F on 6 Mei 2013
Posted in: racing. Tagged: gp jerez, lorenzo, marquez, motogp. 5 komentar

Tikungan terakhir di jerez yang diberi nama lorenzo corner menjadi mimpi buruk buat lorenzo. Di tikungan yang dinamai dengan namanya itu lorenzo diovertake oleh marquez di last corner di GP Jerez, spanyol sehingga turun ke posisi 3. Terlebih dalam overtake itu terjadi senggolan antara lorenzo dan marquez.
Dalam hal ini menurut saya marquez tidak bisa disalahkan karena lorenzo terlalu melebar sehingga membuka ruang yang cukup untuk dimanfaatkan oleh marquez. Dan saat marquez sudah beberapa centi didepan lorenzo, lorenzo berusaha kembali ke jalurnya sehingga terjadi senggolan. Kesimpulannya senggolan itu murni accident yang biasa terjadi di dunia balap. Dan setelah itu juga marquez dan lorenzo tetap damai meski awalnya lorenzo mangkel karena diovertake dengan cara yang tidak terduga. Untungnya ga jadi musuh abadi gara-gara senggolan seperti rossi-gibernau dan simoncelli-pedrosa.

Marc Marquez:
“When I saw at the last corner
that Jorge had opened a little bit
the door. Then just I go in. Many
times it has happened in a
similar way there. Just I learned
from the videos… Just say sorry
to Jorge because you know, you
never want that, but in the end
the most important is that we
both finished the race. So I think
it was a nice battle for the
fans.”
Jorge Lorenzo:
“Well I think we did a good race,
with the conditions we have,
with the bike we have. I did my
best every lap, every corner. I
pushed 100 percent. We still
don’t have a very competitive
bike. We need to improve the
bike. Anyway I only did two
mistakes: At the start and also
the last corner, for not closing a
little bit more the door. Anyway
I’m happy with the race because
I was very concentrated, very
focussed and very constant.”

GP Jerez, Spaniard Kuasai Podium

Posted by Achmad Sya'roni F on 5 Mei 2013
Posted in: racing, Uncategorized. Tagged: gp jerez, honda, lorenzo, marquez, motogp 2013, pedrosa, yamaha. Tinggalkan Sebuah Komentar

Podium jerez 13

Dominasi pembalap asal spanyol kembali terlihat di GP Jerez. Bertanding di homerace membuat pembalap spanyol lebih termotivasi hingga posisi front row start diisi berturut – turut oleh lorenzo, pedrosa, marquez. Selepas start pedrosa sempat mencuri posisi terdepan dari lorenzo meski di tikungan berikutnya lorenzo mampu mengambil alih pimpinan balapan. Pada lap-lap awal cukup banyak rider yang terjatuh mulai dari Bradl, Lukas Pesek, Iannone, Hernandez, dan De Puniet. Namun tekanan yang diberikan oleh pedrosa dengan menempel lorenzo tidak mampu dibendung oleh lorenzo dan akhirnya lorenzo berhasil diovertake oleh pedrosa yang kemudian meninggalkan lorenzo jauh dibelakang. Rossi yang start dari posisi 4 main aman dengan tidak terlalu berisaha mengejar marquez. Setelah kehilangan posisi terdepan oleh pedrosa, posisi kedua lorenzo kembali terancam oleh marquez yang mampu menempel ketat lorenzo hingga lap akhir. Dan di tikungan terakhir yang baru – baru ini diberi nama “Lorenzo Corner” lorenzo sedikit memberi celah buat marquez dan marquez berusaha memasuki celah tersebut. Lorenzo yang sedikit melebar kembali berusaha masuk ke racing linenya malah mengalami senggolan dengan marquez yang berada di sisi dalam, untungnya tidak ada yang terjatuh. Akhirnya marquez melewati finishline setelah pedrosa dan diikuti oleh lorenzo dan rossi.

Posisi 1-2 repsol honda mampu unggul dari yamaha yg hanya meraih posisi 3-4 membuktikan power honda memang besar. Sebelumnya jeraz merupakan sirkuit yang lebih dikenal “berkarakter yamaha” namun pada balapan tadi yzr M1 terlihat sangat keteteran menatasi power dari RC 213v yang melimpah. Keunggulan sasis yang sangat stabil milik yamaha tidak mampu menutup kekurangan di power yang terlampau jauh selisihnya dengan milik honda.

1. Dani Pedrosa Honda 45m17.632s
2. Marc Marquez Honda + 2.487s
3. Jorge Lorenzo Yamaha + 5.089s
4. Valentino Rossi Yamaha + 8.914s
5. Cal Crutchlow Tech 3 Yamaha + 12.663s
6. Alvaro Bautista Gresini Honda + 15.094s
7. Nicky Hayden Ducati + 25.632s
8. Andrea Dovizioso Ducati + 41.881s
9. Aleix Espargaro Aspar Aprilia + 43.812s
10. Bradley Smith Tech 3 Yamaha + 44.461s
11. Michele Pirro Ducati + 45.974s
12. Hector Barbera Avintia FTR-Kawasaki + 59.859s
13. Michael Laverty Paul Bird PBM-Aprilia + 1m09.743s
14. Danilo Petrucci Ioda-Suter-BMW + 1m17.813s
15. Colin Edwards Forward FTR-Kawasaki + 1m18.177s
16. Bryan Staring Gresini FTR-Honda + 1m18.928s
17. Claudio Corti Forward FTR-Kawasaki + 1m19.307s
18. Hiroshi Aoyama Avintia FTR-Kawasaki + 1m19.457s

Posts navigation

« Tulisan lama
  • Tulisan Terkini

    • Pengalaman Solo Touring Jakarta – Semarang via Pantura
    • GP Le Mans, Lunturnya Kekuatan Yamaha
    • Persiapan Touring Jarak Jauh
    • Vacation in Pari Island (Part 2)
    • Suzuki Shooter 115i Versi Termurah Tanpa Standar Samping. What Do You Think?
  • Arsip

    • Mei 2013
    • April 2013
    • Maret 2013
    • Februari 2013
    • Januari 2013
    • Desember 2012
    • November 2012
    • Oktober 2012
    • September 2012
    • Agustus 2012
    • Juli 2012
    • Juni 2012
    • Mei 2012
    • April 2012
    • Maret 2012
    • Februari 2012
  • Kategori

    • Economics
    • Kuliah
    • racing
    • riding experience
    • safety riding
    • traveling
    • umum
    • Uncategorized
  • Statistik

    • 76,771 kunjungan
  • Tanggalan

    Mei 2013
    S S R K J S M
    « Apr    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Spam

    834 spam blocked by Akismet
  • Pengelola Warung

    Pria asli semarang yang sedang kuliah di jakarta. Hobby di bidang otomotif terutama roda dua. Berbagi pengalaman dan pemikiran melalui warung ini.

  • Meta

    • Daftar
    • Masuk
    • RSS Entri
    • RSS Komentar
    • WordPress.com
Blog pada WordPress.com. Tema: Parament oleh Automattic.
achmad sya'roni personal blog
Blog pada WordPress.com. Tema: Parament.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.

Powered by WordPress.com
Batal