Jenis BBM Dipengaruhi Kompresi Mesin, Bukan Sistem Pengabutan BBM

image

Ada beberapa anggapan di masyarakat bahwa motor injeksi minumnya harus pertamax. Anggapan itu tidaklah tepat, karena keberadaan pertamax diperuntukkan untuk mesin berkompresi tinggi. Range kompresi untuk oktan 92 adalah 1:9 ~ 1:11 sedangkan oktan 95 adalah 1:10~1:12 Sehingga yang membedakan kebutuhan bahan suatu mesin motor bukanlah di sistem pengabutan bahan bakarnya tetapi pada compression ratio di dalam cylinder.
Lihat saja mobil yang sudah bertahun tahun lalu sudah menerapkan electronic fuel injection masih oke diisi dengan premium karena mobil memiliki kompresi dan rpm yang rendah. Pengaplikasian pertamax untuk mesin berkompresi rendah (di bawah 1:9) yang umumnya dimiliki oleh mesin 2 stroke juga tidak efisien karena tidak memberikan benefit yang optimal. Sedangkan pemakaian premium untuk mesin berkompresi tinggi juga berpotensi merusak mesin. Sebagai contoh motor saya masih berkarburator menurut brosur kompresinya 1:10,9 berarti sudah wajib pertamax tetapi kalau kepepet masih mau dikasih minum premium, walaupun saat diisi premium terasa knocking ketika rpm tinggi dan mesin lebih cepat panas.
Apakah itu compression ratio?
Compression ratio adalah perbandingan volume cylinder ketika piston berada di posisi tertinggi (titik mati atas) dengan volume ketika berada di posisi terrendah (titik mati bawah). Ketika keadaan TMB volumenya adalah volume cylinder ditambah volume ruang bakar atau kop cylinder. Sedangkan TMA hanya merupakan volume dari kop cylinder. Itu dengan asumsi piston flat. Selain itu juga dipengaruhi variabel dari durasi noken as saat klep menutup sempurna jadi compression ratio yang tertera di brosur belum tentu merupakan compression ratio yang sesungguhnya. Ketika mesin berkompresi tinggi (diatas 1:11) memakai premium, premium akan meledak sebelum piston menyentuh TMA dan dinyalakan oleh busi karena premium kurang tahan pressure. Sedangkan semakin tinggi oktan semakin tahan terhadap panas yang dihasilkan oleh tekanan piston. Efek dari ledakan sebelum TMA tentu saja berdampak terjadinya ‘knocking’ terhadap piston. Piston yang sedang bergerak keatas tiba tiba seperti dipukul kebawah, sehingga bisa membuat piston ‘bopeng’, retak, bahkan jika kompresinya ekstrim diatas 1:13 pistonnya dapat bolong.
Jika dilihat dari compression ratio yang dimiliki motor pasaran yang injeksi, compression rationya masih dalam batas toleransi jika diberi minum premium walaupun sudah dianjurkan untuk minum pertamax dll.  Tetapi yang perlu dicermati adalah kebersihan premium yang kurang terjaga. Bukan karena emang kotor dari produksinya, tetapi lebih dikarenakan kebersihan dan usia dari tanki timbun di spbu yang menyebabkan BBM agak kotor. Yang akan menyebabkan penyumbatan pada fuel pump. Jadi mau premium atau pertamax yang penting disesuaikan dengan kebutuhan mesin dan kantong pengendaranya.

About these ads

4 gagasan untuk “Jenis BBM Dipengaruhi Kompresi Mesin, Bukan Sistem Pengabutan BBM

  1. ‘gan kalau honda beat fi 2013 itu harus pertamax atau premiun ya..?
    ‘ane ‘ga tau kompresinya berapa..
    thank’s ‘gan nice info..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s