Andai Angkutan Massal di Jakarta Seperti Bus Pantura

terinsiprasi oleh artikel mbah dukun tentang transportasi umum, saya ingin menyampaikan pendapat saya mengenai angkutan umum, kebetulan juga baru kemarin mudik ke semarang naik bus.

sebenarnya bisa dimaklumi kalo orang malas naik angkutan umum, lha wong angkutannya kondisinya mayoritas ga layak. kalo punya duit lebih mending buat beli kendaraan daripada naik angkutan umum yang kondisinya seperti itu. hal sangat kontras jika anda menggunakan bus AKAP pantura khususnya jalur menengah (jakarta-semarang / kudus/ jepara) terlihat kalau bus di jalur itu ga ada yang jelek, minimal harus memiliki air suspension. dan jika ga memakai air suspension, bisa dipastikan bakal ra payu.

air-suspension

belum lagi karoseri yang dipakai pasti baru dan mesin mayoritas juga baru. tapi itu saja belum cukup. untuk memikat pelanggan bus 2 trayek tersebut banyak menambah fasilitas tambahan seperti wi-fi on the bus, menyediakan cofee maker di dalam bus, tv memakai lcd dengan jumlah lebih dari 1, dan juga tak ketinggalan meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan keramahan dan ketepatan waktu perjalanannya.

IMG_0013

yang lebih menyenangkan lagi, penambahan fasilitas2 ekstra tersebut tidak membuat harga tiket menjadi mahal, masih standar di kelasnya. kenapa bisa begitu? jawabannya tak lain adalah persaingan yang terjadi di trayek tersebut sangat ketat bahkan bahasa lebaynya sampai berdarah2 :) . konsumen disana sangat kritis terhadap pelayanan yang diterimanya, bahkan jika sudah dikecewakan langsung pindah ke PO lainnya.

kenapa angkutan di jakarta tidak bisa seperti itu? mungkin faktor persaingannya sudah hilang dan konsumen sudah ga peduli lagi dengan kenyamanan. PO yang menghandle transportasi dalam kota di jakarta sebenarnya cukup banyak untuk ukuran bus kota, di sana ada metromini, kopaja, koantas bima, ppd, dan bianglala. tapi perusahaan2 tersebut melakukan kartel dengan bagi2 trayek dan ga ada dua perusahaan dengan jalur trayek yang sama. akhirnya konsumen yang dirugikan karena mau ga mau harus pakai angkutan yang sudah ga layak seperti itu. meski diluar itu sudah ada angkutan yang ‘cukup layak’ seperti commuter line dan transjakarta, tapi jangkauannya sangat kurang. sehingga wajar jika masyarakat memilih beli kendaraan pribadi dan rela bermacet2 ria di jalanan karena angkutan umumnya jelek dan ga layak. semoga wacana jokowi bikin transportasi masal yang layak dan tepat waktu (MRT) bisa terlaksana dan berjalan efektif untuk membuat angkutan umum lebih aman dan nyaman.

semoga bermanfaat,

18 gagasan untuk “Andai Angkutan Massal di Jakarta Seperti Bus Pantura

    • masalahnya kok bis akap bisa gitu tapi kok bis kota ga bisa memiliki kenyamanan 50% saja dari bus akap itu. sayangnya bry jalur kurang mengcover seluruh kota smg.
      sudah hampir 5 tahun ga naik angkutan umum di smg

  1. pernah naik Coyo? 80% perjalanan sy pake Coyo mesti ada aja masalahnya, mogok, as rusak, AC ga jalan dll. belum lg lemotnya. ada yg lebih bagus yaitu Nusantara cuma pas weekend sering ga kebagian tiket. jadi klo dah kepepet gt kpaksa pk Coyo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s